Jumat, 11 Desember 2015

ANATOMI FISIOLOGI SKELETAL [RANGKA] - 1

ANATOMI FISIOLOGI SKELETAL [RANGKA]

Secara umum, membahas mengenai ilmu tulang…

 
 
gambar rangka
 
 

FUNGSI TULANG

1.      SUPPORT - PENYOKONG
·         Tulang yang menunjang ekstremitas bawah : cingulum pelvicum, columna vertebralis
·         Penunjang gigi, yaitu mandibular
·         Secara umum, tulang menunjang organ lain dan jaringan (otot)
2.      PROTECTION - PERLINDUNGAN
·         Cranium melindungi otak
·         Costae dan sternum melindungi paru-paru dan jantung
·         Vertebrae melindungi corda spinalis (31 sistem saraf pusat)
3.      MOVEMENT
4.      MENYIMPAN MINERAL DAN ADIPOSE
·         Ion Calcium 99% terdapat pada tulang
·         85% Phosphate
·         Jaringan adipose terdapat pada cavum medullare (pada tulang tertentu), yaitu pada yellow marrow (sum-sum kuning)
5.      HEMATOPOIESIS
·         Terjadi proses pembentukan sel-sel darah pada cavum medullare, yaitu red marrow (sum-sum merah)

 
 

KLASIFIKASI TULANG

i) BERDASARKAN LETAK


axial (putih) appendikular (biru)
 
1.      TULANG AXIAL (warna putih)
·         Membentuk sumbu panjang pada tubuh, terdiri atas cranium, vertebrae, costae, dan sternum
·         Berfungsi sebagai penyokong dan pelindung
2.      TULANG APPENDICULAR (warna biru)
·         Merupakan tulang ekstremitas superior (atas) dan inferior (bawah) beserta cingulum (cingulum pectoral dan pelvis)
·         Berfungsi sebagai alat gerak dan perlidungan

 

ii) BERDASARKAN STRUKTUR

tulang pipa
·         Cartilage: banyak tersusun atas perikondrium, sehingga bersifat lentur. Kartilago tersusun atas 3 macam, yaitu:
o    Fibrous cartilage: berfungsi menahan kompresi, mencegah kontak tulang antar tulang, dan memiliki pergerakan yang terbatas. Dapat ditemukan dalam sendi lutut, antara tulang pubic dan tulang panggul, dan antar diskus vertebrae.
o   Hyaline cartilage: tulang rawan yang paling umum. Tipe ini kaku tetapi agak fleksibel. Dapat ditemukan pada lapisan articular tulang (tempat bertemunya tulang dengan sendi atau ujung tulang), penghubung antar costae dan sternum, pada septup nasal (batang hidup), trachea, dan bronchi.
o   Elastic cartilage: tahan terhadap distorsi tanpa rusak dan dapat kembali ke bentuk semula. Dapat ditemukan pada daun telinga (auricle) dan epiglottis
·         Ossea: lapisan tulang keras, tersusun atas 4 macam lapisan, yaitu:
o   Periosteum: lapisan terluar tulang keras terdapat osteoprogenitor, osteoblast. Lapisan ini memberi nutrisi pada tulang dan memungkinkan pertumbuhan.
o   Endosteum: lapisan dalam tulang keras, terdapat osteoblast dan osteoclast
o   Substansia compacta atau tulang compact
o   Substansia spongiosa atau tulang spongi
 
Catatan:
·         Osteoblast (pertumbuhan sel-sel tulang)
·         Osteoclast (penghancuran sel-sel tulang)
·         Jumlah keduanya harus seimbang agar Homeostatis
·         Jika terjadi fracture atau patah tulang, maka jumlah osteoblast meningkat.

iii) BERDASARKAN BENTUK

TULANG PANJANG – OS LONGUM

 

·         Banyak terdapat pada appendicular skeletal
·         Tulang panjang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
o   Epiphysis: lempeng epifisis adalah daerah pertumbuhan longitudinal pada daerah ujung tulang panjang. Dibagi menjadi dua, epifisis proximal dan epifisis distal. Banyak terdapat substansia spongiosa. Terdapat red marrow yang berfungsi dalam hematopoetic
o   Diaphysis: bagian tengah tulang berbentuk silinder. Terdari substansia compacta yang memiliki kekuatan besar. Terdapat yellow marrow untuk menyimpan sel adipose. Terdapat juga foramen nutrient yaitu canalis nutriens
o   Metaphysis: daerah pertemuan antara epifisis dan diafisis disebut juga epiphyseal plate cartilage

TULANG PENDEK – OS BREVE

tulang pendek pada telapak kaiki dan tangan

Terdapat pada pergelangan tangan dan kaki (os carpale) dengan bentuk cuboid. Susunan terluar atau eksterior tulang: substansia compacta dan susunan dalam atau interior: substansia spongiosa.


TULANG PIPIH – OS PLANUM

·         penyusun substansia compacta << substansia spongiosa
·         contoh: os scapulae (tulang belikat), sternum, cranium

TULANG TAK TERATURAN – OS IRREGULARE

·         bentuk tulang tidak beraturan
·         contoh pada os vertebrae, coxae, sphenoidale, ethmoidale.
 

 

KOMPOSISI TULANG

·         Terdapat air (50%) dan Padatan (50%)
·         Padatan terdiri atas material organic (31%) dan material Inorganik (69%)
o   Organic: terdapat serabut kolagen dan materi organic lain yang disekresi oleh osteoblast. Sifat material ini flexible terhadap stretching dan twisting sehingga tulang ini tidak rigid (kaku)
o   Inorganic: terutama kandungan calsium fosfat dan calsium hydroxide. Sifat material ini menghasilkan tulang yang keras dan tahan tekanan
·         Perbandingan komposisi O* : I* pada anak = 1 : 1
·         Pada dewasa O* : I* = 3 : 7
·         Pada usia lanjut O* : I* = 1 : 4
 
Catatan O* = organic, I* = inorganic 

 

 

PERKEMBANGAN & PERTUMBUHAN TULANG

Perkembangan dan pertumbuhan pada tulang panjang tipikal :
  • Tulang didahului oleh model kartilago.
  • Kolar periosteal dari tulang baru timbul mengelilingi model korpus. Kartilago dalam korpus ini mengalami kalsifikasi. Sel-sel kartilago mati dan meninggalkan ruang-ruang.
  • Substansia spongiosa dari kartilago yang berdegenerasi dimasukan oleh sel-sel pembentuk tulang (osteoblast), oleh pembuluh darah, dan oleh sel-sel pengikis tulang (osteoklast). Tulang berada dalam lapisan tak teratur dalam bentuk kartilago.
  • Proses osifikasi meluas sepanjang korpus dan juga mulai memisah pada epifisis yang menghasilkan tiga pusat osifikasi.
  • Pertumbuhan memanjang tulang terjadi pada metafisis, lembaran kartilago yang sehat dan hidup antara pusat osifikasi. Pada metafisis sel-sel kartilago memisah secara vertical. Pada awalnya setiap sel meghasilkan kartilago sehat dan meluas mendorong sel-sel yang lebih tua. Kemudian sel-sel mati. Kemudian semua ruang membesar untuk membentuk lorong-lorong vertical dalm kartilago yang mengalami degenerasi. Ruang-ruang ini diisi oleh sel-sel pembentuk tulang.
  • Pertumbuhan memanjang berhenti pada masa dewasa ketika epifisis berfusi dengan korpus.
Catatan: pada perpanjangan tulang, terjadi pada epiphyseal plate (atau metaphysis), pada daerah ini kartilago aktif membelah sehingga disebut zona proliferasi. Setelah kartilago berhenti membelah maka terjadi proses penulangan atau kalsifikasi, yaitu suatu proses dimana tulang menjadi semakin kuat. Proses pemanjangan tulang mulai berhenti sekitar usia 18 s/d 25 tahun, karena dipegaruhi oleh kerja hormone androgen (testosterone dan progesterone).

 


FAKTOR PERTUMBUHAN TULANG 

Pertumbuhan dan metabolisme tulang dipengaruhi oleh mineral dan hormone sebagai berikut :
1.      Kalsium dan posfor, tulang mengandung 99% kalsium tubuh dan 90% posfor. Konsentrasi kalsium dan posfor dipelihara dalam hubungan terbalik. Sebagai contoh, apabila kadar kalsium tubuh meningkat maka kadar posfor akan berkurang.
2.      Kelenjar Tiroid, terdapat dua hormone yang berkaitan erat dengan tumbuh kembang, yaitu:
a.      Thyrosin: mempercepat sistesa protein dan meningkatkan energy
b.      Calcitonin: mengurangi reabsorsi Ca dari tulang
3.      Vitamin D, penurunan vitamin D dalam tubuh dapat menyebabkan osteomalacia pada usia dewasa.
4.      Hormon paratiroid (PTH), saat kadar kalsium dalam serum menurun, sekresi hormone paratiroid akan meningkat dan menstimulasi tulang untuk meningkatkan aktivitas osteoplastic dan menyalurkan kalsium kedalam darah. (meningkatkan reabsorbsi Ca dari tulang.
5.      Growth hormone (hormone pertumbuhan), bertanggung jawab dalam peningkatan panjang tulang dan penentuan jumlah matrik tulang yang dibentuk pada masa sebelum pubertas.
6.      Glukokortikoid, pada kelenjar adrenal glukokortikoid mengatur metabolisme protein.
7.      Sex hormone, estrogen menstimulasi aktivitas osteobalstik dan menghambat peran hormone paratiroid. Ketika kadar estrogen menurun seperti pada saat menopause, wanita sangat rentan terhadap menurunnya kadar estrogen dengan konsekuensi langsung terhadap kehilangan masa tulang (osteoporosis). Androgen, seperti testosteron, meningkatkan anabolisme dan meningkatkan masa tulang.
 

PROSES PENUAAN

·         Osteoporosis:

Terjadi karena demineralisasi atau proses kehilangan mineral.

Pada wanita terjadi rentang usia 40-45 tahun karena turunnya kadar estrogen; cepat

Pada pri baru dimulai sekitar usia 60 tahun, bertahap

·         Penurunan sintesa protein:

Terjadi karena penurunan produksi hormone pertumbuhan

Produksi kolagen juga menurun, sehingga sifat tulang menjadi lebih keras tetapi mudah fraktur

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment is allowed for everyone. no one prohibited to do so. but keep it cool and polite.